Minggu, 27 Februari 2011

SEJARAH FISAFAT

• Zaman Mitologi
Mitos adalah sesuatu yang dinggap benar melalui pendekatan spiritual. Zaman ini dimulai dari manusia mulai menggunakan otaknya untuk berfikir. Dahulu penggunaan alat inderalah yang digunakan, yang kita ketahui bahwa pengetahuan melalui alat indera adalah perspektif dalam jarak pandang objek. sehingga manusia berfikir terbatas dan hal apapun yang tidak dapat dijangkau oleh pikiran (alat indera) akan dimitoskan. semua dikatakan aneh dan mistik, mulailah ada kepercayaan dengan dewa-dewa.

• Alam
Filsafat alam tentang asal muasal yang semua berasal dari alam. Hampir seluruh manusia di dunia berfikiran sama termasuk para pemikir barat. Obyeknya adalah alam kehidupan dan alam bukan kehidupan. Tujuannya adalah menjelaskan fenomena alam dari aspek eksistensi fenomena tersebut dan menelusuri syarat-syarat kemungkinan. Manusia mulai berfikir apa yang dapat kita hasilkan dari penggunaan alam, dari salah satu ketiga ajaran dalam filsafat cina mengajarkan tentang alam berbeda dengan filsafat yunani yang kesemuanya merupakan kreasi pikiran.

• Sophie (dari kata sophos)
Masa dimana kebenaran ditentukan melalui dialektika (dialog/debat). Kebenaran itu melalui logika, bagaimana secara logis dia benar.
Manusia mulai menggunakan logika sehingga pintar berkata-kata, dan beretorika. Siapakah yang benar? Yang benar adalah yang kuat mempertahankan argumentasi karena kebenaran ditentukan oleh bagaimana kita bermain logika dan bagaimana kita mempertahankan argumentasi sehingga dapat dikatakan kebijaksanaan adalah menurut kita. Socrates, Socrates muncul sebagai penengah dan menimbulkan pertanyaan “lalu, manakah yang benar jika anda (A) benar, anda (B) benar dan kalianpun benar?” Socrates dianggap meracuni pemikiran orang-orang kota metropolis pada saat itu. Menurutnya kebenaran itu adalah relatif. Bukan kita orang bijak melainkan kita asalah yang mencintai kebijaksanaan dan mencari kebenaran (the love of wisdom).
Dalam pemikiran Socrates particular-partikular (kebenaran kecil) dengan adanya musyawarah dapat menghasilkan kebenaran yang lebih besar dan bersifat universal.
Pemikiran filsafatnya untuk menyelidiki manusia secara keseluruhan yaitu dengan menghargai nilai-nilai jasmaniah dan rohaniah yang keduanya tidak dapat dipisahkan karena dengan keterkaitan kedua hal tersebut banyak nilai yang dihasilkan. Namun, pendapatnya tidak bisa diterima oleh pihak gereja dan dia dianggap sesat. Karenanya Socrates mengakhiri hidupnya dengan meminum racun.

• Zaman klasik (zaman yunani kuno)
Seandainya kebenaran melalui kata-kata, mana kebenaran sesungguhnya?
Yunani menganut filsafat alam murni.
Cina merupakan filsafat timur tertua yang menganut filsafat manusia dengan ajaran thou.
Jepang dengan ajaran shintonya menganut filsafat alam namun seni.
India yang mengedepankan hubungan antar manusia, menganut filsafat manusia.
Pada zaman ini penggunaan istilah filsafat yaitu yang berasal dari kata philo dan sophos untuk pertama kalinya digunakan oleh Socrates. Socrates memiliki murid yang bernama plato.
Konsep pemikiran plato bahwa segala sesuatu semua berasal dari alam ide, berarti insting atau apapun dikendalikan oleh alam ide. Alam ide merupakan istilah yang digunakan oleh plato untuk menyebut factor X atau clause prime. Aliran pemikirannya disebut idealism. Konsep plato mengenai alam ide yaitu Demon/daimon adalah suara hati untuk mengetahui yang universal. Contohnya, seperti cahaya yang ada di dalam gua. Plato menerangkan bahwa manusia itu sesungguhnya berada dalam dua dunia, yaitu dunia pengalaman yang bersifat tidak tetap, serta dunia ide yang bersifat tetap. Dunia yang sesungguhnya atau dunia realitas itu adalah dunia ide.
Contoh: ketika bayi menangis ingin makan atau buang air kecil, siapa yang mengajarkannya? Ini semua berangkat dari ide awal.
idealism (pandangan bahwa semua benda-benda hanyalah persepsi yang terdapat di pikiran. ini seperti mimpi. jadi menurut pandangan idealisme ini mimpi sama dengan kenyataan. kita mengindra-nya ada tapi sebenarnya tak ada. semua hanyalah berawal dari gagasan di dalam pikiran. bahkan kita semua bisa jadi hanya pikiran Tuhan. Plato menerangkan bahwa manusia itu sesungguhnya berada dalam dua dunia, yaitu dunia pengalaman yang bersifat tidak tetap, serta dunia ide yang bersifat tetap. Dunia yang sesungguhnya atau dunia realitas itu adalah dunia ide.
Plato pun memiliki murid yang bernama aristoteles yang konsep pemikirannya bertolak belakang dengan gurunya sendiri (plato).
Aristoteles mengatakan Kebenaran adalah apa yang kita lihat bahwa ide muncul dari indera sehingga konsep ini banyak dijadikan dasar munculnya ilmu pengetahuan-ilmu pengetahuan yang semakin berkembang dewasa ini. Aristoteles didukung oleh ilmuan eropa (dasar pemikiran barat) Karena pemikiran aristoteles yang realistis maka alirannyapun disebut realism. Aristoteles mengatakan yang benar adalah apa yang kita lihat kuncinya adalah panca indra, segala sesuatu harus di rasionalkan melalui indra.
realisme (pandangan bahwa semua benda-benda itu benar-benar ada. kalau ada pohon di seberang jalan, itu benar-benar ada pohon di sana. pandangan ini menganggap semuanya adalah real. menurut pandangan ini dunia adalah materi yang aksis, terindra dan berbeda dengan mimpi)

Zaman Genostic/agnotisme
kiri plato menunjuk ke atas (idealisme) dan kanan aristoteles menunjuk ke depan (realisme)

Zaman dimana filsafat tercampur spiritual. Padahal semua agama tidak disukai filsafat. Permasalahan-permasalahan filsafat secara langsung tidak dapat dijawab oleh filosof, banyak masyarakat yang merasa capek sehingga filsafat di yunani terputus, kembali ke mitologi. Filosof beralih ke alexandria (Mesir) dan diterimalah pemikiran-pemikirannya oleh Alexander zulkarnaen. putri Hellen menegakan pikiran filsafat seteah dirasionalkan lalu dikembangkan.

 Plotinus (Tokoh iskandariah yang merupakan turunan yunani)
Tokoh yang menjabarkan pemikiran plato sehingga membentuk apa yang disebut neoplatonisme. Penerus filsafat di timur dan mengikuti idealism dengan penjabaran lebih detail. Teori yang dihasilkan yaitu teori pancaran (emanasi) yaitu tuhan memancarkan zat cahaya aktif, dari percikan cahaya lahir zat yang bisa berkembang yaitu menjadi zat fisik.

Dalam kerajaan Romawi sesuatu yang tidak rasional tidak boleh masuk ke kerajaan karena dianggap mitos. Sementara itu, kaum nasrani/gereja katolik ingin masuk ke kerajaan Romawi, Satu sisi tidak menyukai filsafat namun satu sisi terancam romawi namun Kristen harus dapat dijelaskan dengan filsafat agar dapat diterima. Sehingga ada seorang pendeta yang bernama Santo Agustinus dengan terpaksa mempelajari filsafat dengan menelaah kembali teori Plotinus kemudian menghasilkan tiga terjemahan yaitu:
1. Tuhan is the one
2. Tuhan is the soul (jiwa alam)
3. Tuhan tis he nouse (pertemuan antara the one dan the soul yang merupakan perantara yaitu yesus kristus.

Agama katolik adalah penggabungan antara filsafat dan mitos, sehingga filsafat hidup di khatolik. Yahudi yang dibawa ajarannya oleh Musa yang berisikan hukum yang keras, sedangkan agama nasrani yang dibawa oleh Nabi Isa dengan ajaran Kasih Sayang dan pecahan dari khatolik yaitu protestan yang seluruhnya merupakan ajaran mitologi yunani yang melahirkan sang juru selamat (Martin Lutter). Disana Islam muncul sebagai penengah antara dua agama tersebut.
Paulus adalah Rasul yang mampu memasukkan filsafat dan mitos Yunani ke dalam Injil. Agama Katolik hanya sebuah baju yang didalamnya berisikan ajaran yunani.

• Zaman Filsafat Islam
Filosof Yunani berkembang ke daerah Romawi kemudian ke daerah Syria lalu ke Persia yang berlangsung pada masa Harun ar-Rasyid di Baghdad. Dilanjutkan pada masa khalifah Al-Ma’mun dan mendirikan sebuah perpustakaan yang bernama Baitul Hikmah (house of wisdom). Disana filsafat mulai masuk ke daerah Islam dengan salah satu faktornya banyaknya buku-buku yang diterjemahkan oleh Al-kindi sebagai filosof pertamanya. Selanjutnya dikembangkan oleh Ar-Rojih, lalu Al-Farabi kemudian ke Ibnu Sina lalu ke Imam Al-Ghazali lalu ke daerah Andalusia (Spanyol) yang bernama Ibnu Rush / orang-orang menyebutnya Affiruz. Perkembangan selanjutnya yaitu ke syukrawahdi yang berlanjut ke daerah iran oleh mulasadra.
1. Al-Qindi (Bapak Filsafat Islam)
Al-qindi menjelaskan ide pancaran tuhan sampai ke bumi melalui akal. Dalam islam akal merupakan proses berfikir. Melalui 4 tahapan yaitu dari Allah menuju akal pertama, akal mustafad, akal potensial dan yang terakhir akal aktif (Fisika dan metafisika)
2. Al-Farabi, membagi akal ke dalam 6 level.
3. Ibnu sina merupakan ahli bedah, dalam masanya ilmu pengetahuan berkembang.
Satu jika dibagi dengan 0 maka tak terhingga (tidak bisa diukiur oleh pikiran). Tak terhingga bial dikurangi berdasarkan hitungan menjadi terhingga. 0 merupakan symbol tuhan. Mengkaji metafisika aristoteles namun buku dari Al-Farabi lah yang beliau mengerti dan faham tentang filsafat. Kitab yang terkenal “Alisyarah watanbihat” (Isyarat dan Peringatan)
Setelah kekuasaan bani ummayah runtuh dan digantikan bani abbasiyah, kaum bani ummayah pindah ke spanyol dan terjadilah Revolusi, Islam hancur oleh mongol karena generasi setelah Ibnu sina tidak ada. Mental umat islam jatuh karena kehilangan figure dan sensitive. Untunglah lahir filosof baru sebagai penyelamat yaitu Imam Ghozali.
4. Imam Al-Ghazali, seorang sufi filosof
Belajar filsafat dengan mengkaji buku Ibnu sina dan akhirnya anti filsafat dengan membuat buku “Taharuf Al-Falasifah”dan membuat buku induk “Ihya Ulumudin” yang memuat semua bidang kehidupan dan makosidamul Falasifa yang merupakan buku pengantar Taharuf Al-Falasifah.
5. Ibnu rush menjelaskan teori induktif dan deduktif sebagai rujukan ilmiah. Disaat Gozalisme kuat, ada satu pemikir Andalusia yang membaca tahafut Al-Falasifah dan mengkritik pemikiran Al-Ghozali terhadap Ibnu sina menjadi Tahafut At-Tahafut
Filosof muslim yang lain, diantaranya ( namun islam klasik berakhir abad ke-13, sementara spanjang abad 13-16 terjadi kekosongan.
6. Ibnu Turel “Haybin yakdhon”
7. Ar-Rojih menjelaskan bahwa jiwa dengan tuhan dapat bersatu.
8. Al-Khawarizmi merupakan ahli matematika yang menjelaskan bahwa symbol wujud tuhan ada namun tidak ada, makhluk tidak akan bisa dibagi oleh tuhan tetapi tuhan memproduksi makhluk.

• Zaman Filsafat Barat
Eropa mulai tidak suka agama, mulanya karena perang salib (7 Abad) dan Agamapun disebut candu karena agama diragukan lagi kebenaranyya dan agama penyebab adanya konflik. “jangan dihantui mitos , yang tidak dipahami pikiran dan hati buang yang benar adalah apa yang ada dipikiran kita”. Logika matematika dijadikan kunci dan rasionalisme lebih diutamakan. Setelah faham rasionalisme muncul faham yang lebih berkembang diantaranya empirisme, positivism dan lahir filsafat moral dari germany yaitu berbuat karena dorongan moral.

Aliran-airan dalam filsafat barat:
• Rasionalisme
Pencetus aliran rasionalisme: Rene Descartes, seorang aktivis gereja dan termasuk kaum skeptic beragama khatolik yang merupakan bapak filsafat barat modern mengatakan aku berfikir maka aku ada (co gito ergo sum) karena yang benar itu adalah yang dipikirkan, sesuatu ada karena pikiran dan agama merupakan ciptaan pikiran.
• Empirisme
Segala sesuatu harus nyata atau tampak, jika tidak Nampak maka salah.
• Materialisme
• Positifisme
segala sesuatu harus terukur kalau tidak terukur maka tidak benar yang dicetuskan oleh Auguste Comte, berefek baik dalam perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan.
• Pragmatisme
Sesuatu yang menguntungkan
• Filsafat moral
Lahir di frankfrut, Jerman menyatakan bahwa seseorang berbuat karena dorongan moral atau kemauan jiwa dan hati untuk menjaga eksistensi diri. Suatu aliran yang kecewa terhadap positivism.
• Eksistensialis
Nitcshe merupakan aliran ini, yaitu suatu aliran yang menyatakan Bahwa sesuatu itu bisa juga tidak logis, tidak empiris namun eksis. Dalam perkembangannya muncul faham karl marx yang biasa disebur Marxisme

• Zaman Post Modern
Zaman post modern merupakan ungkapan kekecewaan terhadap aliran positivism dan produk-produknya. Dicetuskan oleh seorang dari al-jazair yang bernama Derida. Bahwa menurutnya kita harus bertanya Siapa kita? Dan kita harus kembali kepada diri kita. Karena ada Tuhan yaitu suatu dzat diluar batas indera dan pikiran. Yang bersifat Transenden.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar